Jogja/Yogyakarta memang istimewa. Istimewa megerinya, istimewa orangnya. Itulah yang dikatakan oleh Jogja Hiphop Foundation yang membuat lagu dengan judul “Jogja Istimewa”. Tidak salah apabila menyebut Jogja istimewa. Begitu banyak hal menarik yang membuat Jogja berbeda dengan kota-kota lainnya.
Yogyakarta mempunyai bentang lahan yang strategis dengan Gunung Merapi di sisi utara dan Samudera Hindia di sisi selatan. Dari Merapi di peroleh sumber air dan kesuburan lahan pertanian karena abu vulkaniknya. Wilayah utara yang lebih tinggi juga berarti tercukupinya kebutuhan air bagi wilayah di sebelah selatan. Penentuan wilayah ini sebagai kerajaan baru Kasultanan Ngayojokarto Hadiningrat oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sultan Hamengkubuwono(HB) I adalah pilihan yang cerdas.
Sejarah berdirinya Jogja yang bermula dari dibangunnya Pesanggarahan Ambarketawang hingga dibangunnya Keraton Yogyakarta memang menarik untuk diketahui. Sementara kultur dan tradisi Jawa yang kental selalu melingkupi berbagai aspek perjalanan sejarah dan budaya yang berkembang di Yogyakarta.
Jogja juga dikenal dengan landmarknya yang unik karena adanya unsur-unsur Mataram, Kerajaan Islam Jawa. Keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai pusat peradaban menjadi landmark Jogja yang populer. Arsitekturnya yang merupakan gabungan dari berbagai gaya membuat Keraton Yogyakarta berbeda dengan istana-istana kerajaan lain di Indonesia. Landmark Jogja lainnya adalah Tugu Jogja, Pojok Beteng, dan Jogja Nol Kilometer.
Sedangkan kuliner Jogja, meski tidak terlalu beragam namun mempunyai ciri dan karakter tersendiri seperti gudeg atau baceman yang rasanya manis-gurih. Berbagai hal menarik ini membuat Jogja istimewa dan berbeda dengan kota-kota lainnya di Indonesia.
Yogyakarta mempunyai bentang lahan yang strategis dengan Gunung Merapi di sisi utara dan Samudera Hindia di sisi selatan. Dari Merapi di peroleh sumber air dan kesuburan lahan pertanian karena abu vulkaniknya. Wilayah utara yang lebih tinggi juga berarti tercukupinya kebutuhan air bagi wilayah di sebelah selatan. Penentuan wilayah ini sebagai kerajaan baru Kasultanan Ngayojokarto Hadiningrat oleh Pangeran Mangkubumi yang kemudian menjadi Sultan Hamengkubuwono(HB) I adalah pilihan yang cerdas.
Sejarah berdirinya Jogja yang bermula dari dibangunnya Pesanggarahan Ambarketawang hingga dibangunnya Keraton Yogyakarta memang menarik untuk diketahui. Sementara kultur dan tradisi Jawa yang kental selalu melingkupi berbagai aspek perjalanan sejarah dan budaya yang berkembang di Yogyakarta.
Jogja juga dikenal dengan landmarknya yang unik karena adanya unsur-unsur Mataram, Kerajaan Islam Jawa. Keraton Kasultanan Yogyakarta sebagai pusat peradaban menjadi landmark Jogja yang populer. Arsitekturnya yang merupakan gabungan dari berbagai gaya membuat Keraton Yogyakarta berbeda dengan istana-istana kerajaan lain di Indonesia. Landmark Jogja lainnya adalah Tugu Jogja, Pojok Beteng, dan Jogja Nol Kilometer.
Sedangkan kuliner Jogja, meski tidak terlalu beragam namun mempunyai ciri dan karakter tersendiri seperti gudeg atau baceman yang rasanya manis-gurih. Berbagai hal menarik ini membuat Jogja istimewa dan berbeda dengan kota-kota lainnya di Indonesia.
0
0 

